Kamis, 18 Oktober 2012

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEGIATAN KELOMPOK DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK





TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEGIATAN KELOMPOK
DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK

Berbagai ahli telah mengenali tahap-tahap perkembangan itu. Mereka memakai istilah yang kadang kadang berbeda namun pada dasarnya mempunyai isi yang sama. Pada umumnya ada empat tahap perkembangan, yaitu tahap pemebentukan, tahap peralihan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengakhiran. Tahap-tahap ini merupakan suatu kesatuan dalam selluruh kegiatan kelompok.
A.       TAHAP I; PEMBENTUKAN

1.      Pengenalan dan Pengungkapan Tujuan
Dalam tahap pembentukan ini peranan pemimpin kelompok hendaknya memunculkan dirinya sehingga tertangkap oleh para anggota sebagai orang yang benar-benar bisa dan bersedia membantu para anggota kelompok mencapai tujuan mereka. Di sini pemimpin kelompok perlu;
a.       Menjelaskan tujuan ummum dan cara-cara yang hendaknya dilalui dalam mencapai tujuan.
b.      Mengemukakan tentang diri sendiri yang kira-kira perlu untuk terselenggaranya kegiatan kelompok secara baik.
c.       Menampilkan tingkah laku dan komunikasi yang mengandung unsur-unsur penghormatan kepada orang lain, ketulusan hati, kehangatan dan empati.

2.      Terbangunnya Kebersamaan.
Jika pada awalnya sebagian besar anggota kelompok tidak berkehendak untuk mengambil peranan dan tanggung jawab dalam keterlibatan kelompok, maka tugas pemimpin kelompok ialah membalikkan keadaan itu, yaitu merangsang dan menggairahkan seluruh anggota kelompok untuk mampu ikut serta secara bertanggung jawab dalam kegiatan kelompok.
3.      Kegiatan Pemimpin Kelompok
Pemimpin kelompok perlu memusatkan usahanya pada;
a.       Penjelasan tentang tujuan kegiatan
b.      Penumbuhan rasa saling mengenal antar anggota
c.       Penumbuhan sikap saling mempercayai dan saling menerima
d.      Dimulainya pembahasan tentang tingkah laku dan suasana perasaan dalam kelompok

4.      Beberapa teknik
a.       Teknik “Pertanyaan dan Jawaban”
b.      Teknik “Perasaan dan Tanggapan”
c.       Teknik “Permainan Kelompok”

B.     TAHAP II; PERALIHAN

1.      Suasana Kegiatan
              Sebelum melangkah lebih lanjut ke tahap kegiatan kelompok yang sebenarnya, pemimpin kelompok menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh anggota kelompok pada tahap kegiatan lebih lanjut dalam kegiatan kelompok, yaitu kegiatan inti dari keseluruhan kegiatan.
2.      Suasana Ketidakimbangan
Pemimpin kelompok seyogyanya tidak menjadi kehilangan keseimbangan. Pendekatan langsung dan cara-cara main perintah saja, perlu dihindari. Tugas pemimpin kelompok dalam hal ini ialah membantu para anggota untuk menghadapi halangan, keenganan, sikap mempertahankan diri, dan ketidaksabaran yang timbul itu. Apabila memang terjadi, unsur-unsur ketidakserasian itu dikaji, dikenali, dan dihadapi oleh seluruh anggota kelompok pemimpin membantu usaha tersebut sehingga diperoleh suasana kebersamaan dan semangat bagi dicapainya tujuan kelompok.
3.      Jembatan Antara Tahap I dan Tahap III
Ada kalanya pula jembatan itu ditempuh dengan susah payah, artinya para anggota kelompok enggan memasuki tahap kegiatan kelompok sebenarnya. Dalam keadaan ini pemimpin kelompok, dengan gaya yang khas, membawa para anggota meniti jembatan itu dengan selamat.
4.      Pola Keseluruhan

C.     TAHAP III; KEGIATAN

1.      Tahap III sebagai Kelanjutan dari Tahap I dan Tahap III
Dalam tahap ketiga ini saling hubungan antaranggota kelompok tumbuh dengan baik.Saling tukar pengalaman dalam bidang suasana perasaan yang terjadi, pengutaraan, penyajian dan pembukaan diri berlangsung dengan bebas.
2.      Dinamika Kegiatan Kelompok
Dalam tahap ketiga, kegiatan “kelompok bebas” atau “kelompok tugas” ditampilkan secara nyata. Pemimpin kelompok telah menjelaskan pada awal tahap kedua tentang jenis kegiatan kelompok apa yang akan dijalani oleh kelompok pada tahap ketiga.
3.      Kegiatan “Kelompok Bebas”
a.       Pengemukan Permasalahan
b.      Pemilihan Masalah/ Topik
c.       Pembahasan Masalah/Topik

4.      Kegiatan “Kelompok Tugas”
a.       Mengemukakan Permasalahan
b.      Tanya Jawab tentang Permasalahan yang Diajukan
c.       Pembahasan

5.      Pola Keseluruhan
D.          TAHAP IV PENGAKHIRAN

1.      Frekuensi Pertemuan
Berkenaan dengan pengakhiran kegiatan kelompok, pokok perhatian utama bukanlah pada beberapa kali kelompok itu hharus bertemu, tetapi pada hasil yang telah dicapai oleh kelompok itu ketika mengehentika pertemuan. Kegiatan kelompok sebelumnya dan hasil-hasil yang dicapai seyogyanya mendorong kelompok itu harus melakukan kegiatan sehingga tujuan bersama tercapai secara penuh.

2.      Pembahasan Keberhasilan Kelompok
Secara umum dapatlah dikatakan bahwa pemimpin kelompok dituntut agar menjadikan kelompoknya itu lebih menarik dan terasa lebih bermanfaat bagi anggota kelompok. Pada akhir kegiatan hendaknya para anggota kelompok merasa telah memetik suatu hasil yang cukup berharga dari kegiatan kelompok yang diikutinya itu.

3.      Pola Keseluruhan



DAFTAR PUSTAKA

-          Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta: Ghalia  Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar